KATA-KATA mampu merubah segalanya... segalanya dapat dimulai dari kejernihan HATI... berbahagialah dg kebaikan hati kita... whenever wherever
Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan
Rabu, Februari 10, 2010
Kompresi Tinggi, jupiter z
| disalin dari motorplus-online.com |
Beraninya dia mengklaim kompresi tinggi, lantaran pemilik bengkel bubut Master Tjendana itu sudah mengukur paket yang sudah diterapkan ke Jupiter hingga memiliki perbandingan kompresi 21 : 1. Wah tinggi amir, seperti mesin diesel aja. Chandra yang buka bengkel di Jl. Pagarsih, No. 146, Bandung itu juga sudah geser sudut klep. Sudah terapkan klep lebar 26/23 mm. Bos phosforbronze dan sitting klep albronze. Paket dibanderol Rp 1,750 juta itu juga sudah dilengkapi piston Izumi diameter 52 mm atau oversize 100 berikut ring piston. Bentuk kepala piston agak tinggi juga jenong dan sudah diseting lubang klep di kepala piston. Makanya diukur pakai buret hingga hasilnya bisa setinggi itu. “Sengaja dibikin tinggi. Maksudnya biar user bisa atur lagi kompresi dengan cara mengatur ulang tinggi kepala piston dan lubang payung klep di piston. Kan kompresi bisa turun. Yang repot itu kalau mau naik kompresi. Harus tambah daging,” lanjut Chandra yang bisa dikontak di (022) 6022179. Penulis/Foto : Kris/Istimewa |
Senin, Februari 01, 2010
Pengapian di Mobil
KOMPAS.com
— Mobil-mobil produksi sekarang ini umumnya sudah dilengkapi dengan sistem pengapian yang canggih. Tujuannya, tentu berkaitan dengan efisiensi bahan bakar, tetapi tanpa mengorbankan performa.
Namun, kecanggihan sistem pengapian membuatnya semakin sulit diutak-atik. "Pabrikan sekarang sudah membuat sistem pengapian dengan presisi agar konsumsi bahan bakar kian efisien," jelas Taqwa SS, juragan bengkel Garden Speed di Jakarta Barat.
Akan tetapi, lanjutnya, untuk pemakaian harian, langkah memaksimalkan pengapian dengan komponen standar menjadi tidak begitu penting sehingga sistem pengapian langsung (direct fire) pada mobil-mobil sekarang jarang disentuh ketika akan di-upgrade.
Ada juga yang memaksimalkan pengapian dengan menggunakan komponen aftermarket. "Naiknya enggak banyak, palilng cuma 1 dk," ujar Dalvin dari CK Motorsport. Hal itu bisa terjadi bila kondisi mesin masih standar.
Supaya terhindar dari pengetahuan dan kebiasaan yang salah seputar pengapian, simak petunjuk di bawah ini.
1. Besarnya voltase bukan segalanya
Kemampuan koil untuk memproduksi voltase arus listrik akan membuat pembakaran maksimal dan efisien memang benar. Namun yang terpenting, time delivery-nya. "Time delivery adalah waktu yang diperlukan pada saat arus listrik mengalir dari koil sampai ke busi," ungkap Taqwa. Semakin singkat waktunya, Taqwa melanjutkan, semakin baik pembakaran pada mesin. Untuk sistem direct ignition, time delivery-nya sangat singkat karena arus listrik dari koil langsung dikirim ke busi. Adapun sistem yang tak langsung (indirect) masih membutuhkan distributor.
2. Jangan ganti busi sembarangan
Busi berperforma tinggi, yang diincar karakteristiknya, tidak jauh beda dengan busi aslinya. Ini seperti restriktor dan heat range-nya. Sampai meleset, kerja mesin akan terganggu. Sudah begitu, harganya yang berkisar Rp 50.000-Rp 100.000 per satuan tidak sesuai dengan peningkatan tenaga yang dihasilkan.
3. Pemakaian koil high performaceUntuk mesin mobil yang sudah menganut direct ignition bukan hal yang mutlak pakai koil high performance. Selain harga selangit, kemampuan koil standar sudah cukup, kalau kebutuhannya untuk harian. Lain hal kalau sudah dimodifikasi ekstrem, seperti aplikasi turbo. Sebabnya, pada tahap itu, suplai arus listrik dari koil standar terlalu kecil.
4. Volt stabilizer dan ground wiring
Pemakaian dua komponen ini tidak mendongkrak tenaga yang signifikan, tetapi tetap perlu dipakai. Fungsinya memaksimalkan kualitas pengapian lantaran arus listrik yang ada di mesin menjadi lebih stabil.
5. Pemasangan piggyback
Fungsinya bukan untuk utak-atik setelan mesin, tetapi juga bisa memaksimalkan sektor pengapian. Dengan pemakaian piggyback, waktu pengapian bisa disetel sesuai kebutuhan. Caranya, majukan waktu pengapian beberapa derajat. Efeknya, harus dibarengi dengan pemakaian bahan bakar yang lebih berkualitas. Jika tidak, mesin bisa ngelitik. (Tomo)
— Mobil-mobil produksi sekarang ini umumnya sudah dilengkapi dengan sistem pengapian yang canggih. Tujuannya, tentu berkaitan dengan efisiensi bahan bakar, tetapi tanpa mengorbankan performa.
Namun, kecanggihan sistem pengapian membuatnya semakin sulit diutak-atik. "Pabrikan sekarang sudah membuat sistem pengapian dengan presisi agar konsumsi bahan bakar kian efisien," jelas Taqwa SS, juragan bengkel Garden Speed di Jakarta Barat.
Akan tetapi, lanjutnya, untuk pemakaian harian, langkah memaksimalkan pengapian dengan komponen standar menjadi tidak begitu penting sehingga sistem pengapian langsung (direct fire) pada mobil-mobil sekarang jarang disentuh ketika akan di-upgrade.
Ada juga yang memaksimalkan pengapian dengan menggunakan komponen aftermarket. "Naiknya enggak banyak, palilng cuma 1 dk," ujar Dalvin dari CK Motorsport. Hal itu bisa terjadi bila kondisi mesin masih standar.
Supaya terhindar dari pengetahuan dan kebiasaan yang salah seputar pengapian, simak petunjuk di bawah ini.
1. Besarnya voltase bukan segalanya
Kemampuan koil untuk memproduksi voltase arus listrik akan membuat pembakaran maksimal dan efisien memang benar. Namun yang terpenting, time delivery-nya. "Time delivery adalah waktu yang diperlukan pada saat arus listrik mengalir dari koil sampai ke busi," ungkap Taqwa. Semakin singkat waktunya, Taqwa melanjutkan, semakin baik pembakaran pada mesin. Untuk sistem direct ignition, time delivery-nya sangat singkat karena arus listrik dari koil langsung dikirim ke busi. Adapun sistem yang tak langsung (indirect) masih membutuhkan distributor.
2. Jangan ganti busi sembarangan
Busi berperforma tinggi, yang diincar karakteristiknya, tidak jauh beda dengan busi aslinya. Ini seperti restriktor dan heat range-nya. Sampai meleset, kerja mesin akan terganggu. Sudah begitu, harganya yang berkisar Rp 50.000-Rp 100.000 per satuan tidak sesuai dengan peningkatan tenaga yang dihasilkan.
3. Pemakaian koil high performaceUntuk mesin mobil yang sudah menganut direct ignition bukan hal yang mutlak pakai koil high performance. Selain harga selangit, kemampuan koil standar sudah cukup, kalau kebutuhannya untuk harian. Lain hal kalau sudah dimodifikasi ekstrem, seperti aplikasi turbo. Sebabnya, pada tahap itu, suplai arus listrik dari koil standar terlalu kecil.
4. Volt stabilizer dan ground wiring
Pemakaian dua komponen ini tidak mendongkrak tenaga yang signifikan, tetapi tetap perlu dipakai. Fungsinya memaksimalkan kualitas pengapian lantaran arus listrik yang ada di mesin menjadi lebih stabil.
5. Pemasangan piggyback
Fungsinya bukan untuk utak-atik setelan mesin, tetapi juga bisa memaksimalkan sektor pengapian. Dengan pemakaian piggyback, waktu pengapian bisa disetel sesuai kebutuhan. Caranya, majukan waktu pengapian beberapa derajat. Efeknya, harus dibarengi dengan pemakaian bahan bakar yang lebih berkualitas. Jika tidak, mesin bisa ngelitik. (Tomo)
Pemicu Mesin Mobil Mati
Artikel Terkait...:
— Kerusakan mesin mobil tergolong dalam tiga bagian, mulai dari yang ringan, sedang, hingga berat. Nah, untuk kerusakan berat, ada empat penyebab utama (untuk mesin non-turbo). Namun bila Anda cukup cermat, mengetahui ciri dan fungsi komponen vital, serta menjaga dan merawatnya, niscaya kerusakan bisa dicegah. Untuk itu, tindakan preventif diperlukan.
Inilah kerusakan vital dan langkah preventifnya.
"Overheat"
Untuk mesin modern yang sudah dilengkapi komputer, bila beroperasi melebihi batas suhu kerja, maka komputer otomatis akan melindungi dengan cara menonaktifkan mesin secara bertahap. Misalnya, komputer akan menghentikan kerja kompresor AC, berlanjut ke mode aman (safe mode), hingga saatnya mesin dihentikan secara total.
Namun, mesin era 1990-an belum dilengkapi komputer. Gejala overheat bisa dideteksi dengan munculnya gejala knocking saat berakselerasi.
* Langkah preventif
Periksa cooling system dan jumlah oli mesin secara berkala. Perhatikan indikator suhu mesin saat timbul knocking, dan segera tepikan mobil.
Kebocoran oli Berkurangnya jumlah oli mesin secara drastis akan menyebabkan friksi pada komponen yang bergerak. Dampaknya,suhu mesin tinggi (overheat) dan keausan luar biasa. Penyebabnya adalah kerusakan pada baut penutup lubang pembuangan oli akibat terkena hantaman benda keras, atau kondisi sil-sil di mesin kurang bagus. Perlu juga cermati indikator oli di dasbor yang akan menyala bila kekurangan pelumas.
* Langkah preventif
Periksa oli secara berkala. Jangan menganggap remeh indikator oli yang menyala. Itu menandakan bahwa pompa oli kehilangan tekanan.
"Water hammer"
Air tersedot ke ruang bakar akibat menerjang genangan air yang tinggi. Air yang jauh lebih padat dari udara, sampai memenuhi ruang bakar, tentu tidak dapat tekanan saat mesin bekerja pada langkah kompresi. Dalam kondisi katup tertutup, tekanan air akan menghancurkan komponen terlemah di ruang bakar, yakni piston.
* Langkah preventif
Ketahui ketinggian saluran masuk udara di mesin. Jangan sekali-sekali menstarter ketika mesin mati di tengah banjir. Buka busi, lalu start mesin untuk mengeluarkan air di ruang bakar.
"Timing belt" Fungsinya sebagai penyelaras putaran kruk as dan katup sehingga keduanya tidak berbenturan. Namun, fatal akibatnya bila belt yang menghubungkan kedua mekanisme ini putus secara tiba-tiba. Kerusakan tak terelakkan lantaran piston akan menumbuk katup yang berada dalam posisi membuka.
Bila hal tersebut terjadi dalam putaran mesin tinggi, maka blok mesin bisa pecah. Kondisi ini bisa diminimalkan bila Anda tahu kerusakan yang terjadi. Mesin dengan perbandingan kompresi rendah atau yang dilengkapi turbocharger atau supercharger cenderung memiliki peluang lebih kecil terhadap kerusakan.
* Langkah preventif
Ganti timing belt secara berkala sesuai rekomendasi. Percepat penggantian timing belt bila frekuensi mobil melewati jalan macet tinggi. (Danny Ekasaputra)
System parkir otomatis
Artikel Terkait...:
– Kendati sebelumnya beberapa produsen mobil sudah memperkenalkan sistem asisten parkir pada beberapa produk premiumnya, namun Bosch, produsen komponen asal Jerman - kini telah berhasil mengembangkan yang lebih canggih. Sistem terbaru dari Bosch, pengemudi tidak perlu lagi mengontrol pedal gas dan rem. Semua sudah diatur oleh sistem.
Pada sistem parkir otomatis penuh ini, pengemudi hanya mengawasi gerakan mobil. Kendati demikian, pengemudi masih bisa mengontrol kendaraan dan menghentikan sistem bekerja. Caranya dengan memegang kembali setir atau menyentuh pedal gas dan rem.
Menurut Dr. Rainer Kallenbach, Wakil Presiden Bosch Automotive Electronic, teknologi parkir baru ini banyak berbagai tingkat kemampuan. Termasuk fungsi bantuan parkir pada sudut patah (90 derajat) yang sangat diperlukan keluar dari ruang parkir yang sempit. Ditambahkan, dengan parkir otomatis penuh ini, proses parkir bisa dilakukan lebih cepat.
Sebelumnya Bosch telah mengembangkan sistem parkir dengan menggunakan sensor ultrasonik dan telah digunakan sekitar 200 model yang disebut dengan “parking assist” dan disebut juga sebagai sistem parkir semi-otomatik. Sistem dikembangkan bersama dengan power steering listrik. Pengemud masih harus memindah gigi, mengatur pedal gas dan rem.
Dijelaskan, sebelum melangkah ke sistem parkir otomatis penuh, Bosch telah memproduki peringatan jarak samping pada sistem parkir. Tugasnya memantau ruang di depan, belakang dan samping mobil, terutama obyek yang susah atau tidak terlihat oleh pengemudi.
Active Parking
Sementara itu, Ford pada Detroit Motor Show 2010 yang berlangsung sampai akhir minggu ini, telah mendemonstariskan sistem Active Parking Assist pada Escape Hybrid. Menurut Ford, sistem tersebut juga bisa digunakan parir di turunan.
Cara kerja sistem Active Parking Assist Ford, pengemudi mengaktifkan sistem dengan menekan tombol pada panel konsol boks tengah. Selanjutnya, sensor ultrasonik akan aktif dan mengindetifikasi ruang parkir paralel.
Sistem selanjutnya memandu pengemudi untuk dan membantu untuk memarkir mobil. Sistem mengambil alih kendali kemudi dan mengarahkan mobil ke ruang parkir Pengemudi melepaskan tangannya dari kemudi (hand free). Pada sistem Ford ini pengemudi masih perlu memindahkan gigi dan mengoperasikan pedal gas dan rem.
Tambahan dari sistem, obyek di di belakang atau depan mobil ditayangkan melalui monitor dan suara peringatan bila mobil sudah sangat dekat dengan kendaraan lain, obyek, orang dan rintangan lainnya. Untuk menghentikan kerja sistem, cukup dengan memegang setir.
BMW 730Li
KOMPAS.com
— Mencoba atau mengeksploitasi fitur dan teknologi yang disertakan pada 730Li tak cukup dalam waktu sehari. Setelah mengagumi teknologi pintu, setir, dan transmisi steptronic 6 percepatan, begitu duduk di jok pengemudi dan memerhatikan tombol-tombol konsol tengah, kita perlu lagi untuk memahami dan informasi saja apa yang bisa diperoleh dari iDrive.
Di konsol tengah, selain iDrive dan toggle transmisi, juga ada tombol untuk menyetel suspensi dengan empat pilihan, seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Ketika dicoba jalan, sistem langsung bekerja. Saat meluncur di dalam kota, pilihan paling umum adalah comfort. Kendati demikian, kita juga bisa menggunakan normal. Kalau tidak diperhatikan dengan cermat, perbedaan tidak bisa dirasakan.
Pilihan menarik bagi mereka yang suka tancap gas adalah sport dan sport +. Selama dites, pilihan sport membuat suspensi terasa lebih keras, tetapi memberikan kestabilan dengan tingkat yang lebih baik.
iDrive. Sistem iDrive yang digunakan BMW sekarang ini lebih mudah dioperasikan dibandingkan versi pertama. Pengoperasian tombol mirip dengan toggle yang bisa diputar, digeser ke samping, kemudian atas dan bawah.
iDrive dilengkapi dengan harddisk 25 GB. Untuk penyimpanan lagu, peranti itu hanya bisa dimanfaatkan 8 GB (untuk format MP3 standar, kapasitas tersebut bisa untuk menyimpan 2.000 lagu).
Untuk menggulung (scroll) layar informasi dan menu, ke atas atau ke bawah, potensiometer diputar dan tombol digeser ke kanan, kiri, atas, dan bawah. Fitur iDrive versi terbaru menggunakan tujuh tombol dan menu langsung, yaitu MENU, CD, TEL, RADIO, NAV(igation) yang di Indonesia tidak berfungsi, BACK (mundur atau kembali ke posisi semula), dan OPTION.
Berbagai informasi bisa diperoleh melalu iDrive, mulai dari konsumsi bahan bakar, jarak tempuh, jumlah bahan bakar yang masih ada dan jarak yang bisa ditempuh, sampai ke buku manual. Selain itu, fitur ini tentu saja bisa dimanfaatkan untuk menyimpan lagu-lagu kesukaan pemiliknya. Layar minitor depan berukuran 10,2 inci dengan resolusi 1028 x 480 piksel.
Untuk memonitor suasana belakang, 730Li tidak dilengkapi dengan kamera. Namun, untuk memantau obyek di belakang mobil ketika mundur dan maju, selain ada peringatan suara, proses itu juga bisa diketahui melalui tayangan layar depan. Ini cukup membantu!
Profesional Hi-Fi. Sistem entertainment pada Seri-7 sesuai dengan kelasnya. Sisi belakang kedua sandaran jok depan dipasangi TV LCD yang juga bisa digunakan untuk mendapatkan informasi lainnya seputar mobil. Layar informasi depan hanya berfungsi sebagai TV ketika diam. Begitu jalan, TV itu tidak berfungsi. Menurut BMW, hal tersebut dibuat demi keamanan.
Mahalnya harga BMW ini tidak semata karena teknologi mesin atau mobil. Sistem hiburan (entertainment) berkualitas premium. BMW menyebutnya profesional HiFi.
Ketika kualitas akustik dan tata suara mobil ini dicoba dari iPod dengan format MP3, suara yang dihasilkan sangat jernih dan mantap. Pasalnya, speaker ditempatkan di door trim yang tertinggi. Jadi, lebih dekat ke kuping, baik pengemudi maupun penumpang belakang.
Menurut BMW, 730Li menggunakan 16 speaker yang digerakkan oleh power amplifier 600 watt. Sistem lain yang disertakan adalah DIRAC signal processing dan surround mode sehingga penumpang dan pengemudi serasa di teater saat menonton film (DVD).
BMW melengkapi kontrol audio untuk penumpang belakang melalui remote control. Terdapat dua monitor LCD 8 inci untuk bagian belakang.
Jok Pijat. Jok mobil mewah ini menggunakan kulit Dakota yang nyaman saat diduduki. Semuanya, baik depan maupun belakang, bisa disetel melalui tombol yang berada di sampingnya.
Khusus untuk jok belakang, bagian itu dilengkapi dengan kemampuan pijat sederhana. Setelan jok ini dilengkapi pula dengan memori. Jadi, bila disetel oleh penumpang lain, maka setelan bisa dikembalikan dengan mudah hanya dengan menekan tombol.
Fitur kenyamanan lainnya adalah AC otomatis dengan 4 zona kontrol. Ada pula glass roof (sunroof) dan electrical roller sunblind untuk kaca belakang dan kaca samping belakang. Semua itu menambah kesan mewah 730Li.
Yang tak kalah menarik adalah teknologi ambient light di interior. Angka-angka, huruf-huruf, dan garis-garis yang ditayangkan melalui panel instrumen memiliki intensitas cahaya yang berubah sesuai dengan kondisi lingkungan. Bila cahaya berkurang atau redup, misalnya ketika berada di terowongan, maka angka atau huruf pada panel instrumen menjadi lebih putih atau terang.
Khusus untuk jok belakang, bagian itu dilengkapi dengan kemampuan pijat sederhana. Setelan jok ini dilengkapi pula dengan memori. Jadi, bila disetel oleh penumpang lain, maka setelan bisa dikembalikan dengan mudah hanya dengan menekan tombol.
Fitur kenyamanan lainnya adalah AC otomatis dengan 4 zona kontrol. Ada pula glass roof (sunroof) dan electrical roller sunblind untuk kaca belakang dan kaca samping belakang. Semua itu menambah kesan mewah 730Li.
Yang tak kalah menarik adalah teknologi ambient light di interior. Angka-angka, huruf-huruf, dan garis-garis yang ditayangkan melalui panel instrumen memiliki intensitas cahaya yang berubah sesuai dengan kondisi lingkungan. Bila cahaya berkurang atau redup, misalnya ketika berada di terowongan, maka angka atau huruf pada panel instrumen menjadi lebih putih atau terang.
Kencanggihan dan Kehebatan BMW Seri-7
Artikel Terkait...:
KOMPAS.com
- Asumsi beredar dan dihebuskan sebagian orang bahwa menikmati kehebatan mobil paling mewah dari BMW, Seri-7, yaitu lebih enak duduk di jok belakang sebagai penumpang, kini tak berlaku lagi.
“Bila ingin tahu dan merasakan kehebatan teknologi Seri-7 harus menyetirnya,” tegas Roberto Sumabrata, PR BMW Indonesia ketika mengajak KOMPAS.com mencoba langsung BMW 730Li.
Saat pertama kali melihat Seri-7 ini , dimensi terasa begitu besar dan panjang. Apalagi bila setiap hari cuma menggemudikan mobil kompak. Gambaran bongsornya dimensi BMW 730Li yang dijual seharga Rp 1.963.000.000 (on the road) atau Rp 1,759 miliar (off the road) ini adalah: panjang 5.212 mm, lebar 1.902 mm dan tinggi 1.478 mm.
Saat pertama berada di belakang setir mobil ini kagok juga. Tetapi setelah meluncur di keramaian lalu lintas dan harus melakukan manuver, ternyata sama dengan mengemudikan mobil kompak. Malah setir Seri-7 ini jauh lebih ringan dan mudah dikendalikan. Tangan tidak harus ribet memutar setir ketika hendak mengubah arah 180 derajat.
“Inilah hasil teknologi active steering! Pengemudi tidak perlu memutar setir berapa putaran seperti setir konvensional. Saat parkir atau berbelok, gerakan yang dibuat setir lebih besar. Namun saat melaju pada kecepatan tinggi, gerakan setir lebih sedikit. Jadinya, mobil lebih stabil dan aman,” beber Berto.
Teknologi lain yang juga mengundang rasa kagum adalah pintu. Tak perlu membanting pintu yang terasa cukup berat untuk menutup. Cukup ditarik dan didorong agak merapat ke bodi. Kalau sudah dekat, secara otomatis pintu akan merapat sendiri. BMW menyebutnya, Soft Close fo Function for Doors.
Start-Stop. Berikut, ketika mesin dihidupkan melalui tombol “Start-Stop” di kiri setir, juga lahir rasa kagum. Begitu tombol ditekan (remote harus juga berada di dalam mobil), mesin hidup dengan suara halus, lingkaran setir langsung bergerak naik. Lingkaran setir menyesuaikan posisinya sesuai dengan pengemudi. Canggih!
“Ini sudah ada memorinya. Mobil ini menggunakan dua keyless. Masing-masing punya program sendiri-sendiri. Misalnya, suami-istri menggunakan mobil saat berbeda. Begitu masing-masing kunci ada di dalam mobil, setir bergerak sesuai dengan pososi yang telah diset sebelumnya,” jelas Berto lagi.Transmisi. Tak kalah menarik adalah fitur dan cara mengoperasikan transmisi (otomatis) mobil ini 6 percepatan, tipe stepronic (juga bisa dioperasikan secara manual). Tongkat transmisi dengan desain menarik dan dengan permukaan berlapiskan krom, untuk memindahkan gigi, misalnya dari dari R, N dan D atau sebaliknya, cukup dengan menariknya sedikit saja ke belakang. Tak perlu gerakan yang banyak.
Lantas pada indikator tongkat transmisi akan menyala lampu yang menunjukkan posisi gigi. Indikator ini juga muncul pada panel instrumen. Pengoperasian transmisi yang sangat mudah.Malah untuk parkir sangat gampang. Cukup menekan tombol pada puncak tongkat pemindah gigi. Membuat mobil ini benar-benar menyenangkan bagi yang suka berada di belakang setir. Maklum, ini rem parkir, pada Seri-7 BMW menggunakan Electromechanical Parking Brake. Pengoperasian nrem parkir cukup dnegan menggunakan tombol.
Belum cukup, Berto juga menunjukkan tombol “Auto H”. “Kalau tombol ini ditekan, bila berhenti, rem tangan akan bekerja secara tombol rem otomatis. Karena itu saat mobil hendak jalan lagi, cukup dengan menekan pedal gas. Tidak perlu menekan tombol rem tangan,” jelas Berto. Menyebut sistem ini “Automatic Hold Function”.
Fitur yang disebutkan terakhir ini dicoba pada tanjakan. Mobil dibiarkan berhenti. Lantas, rem kaki dibebaskan dan berpindah ke pedal gas. Tidak ada gejala mundur sedikit pun. Begitu, pedal gas ditekan, mobil mewah ini langsung maju dengan mulus dan halus.
Konsol Tengah. Butuh waktu cukup lama untuk mempelajari dan memanfaatkan fitur pada Seri-7 ini. Pada konsol tengah, selain ada tongkat pemindah gigi, juga ada tombol “iDrive” yang memberikan berbagai informasi tentang mobil ini, termasuk panduan pengoperasian, juga ada tombol untuk memilih setelan supensi: comfort, normal, sport dan sport +.
ZBJ
Active Steering BMW
Artikel Terkait...:
— Active steering atau setir aktif pertama kali diperkenalkan BMW pada 2003. Penggunaan fitur ini pada Seri-7 tentu saja sangat membantu pengendara. Pasalnya, untuk berbelok, apalagi di U-turn, itu lebih gampang. Parkir di tempat sempit pun tidak masalah.
Memang, ada power steering yang membantu pengemudi untuk dapat memutar setir lebih enteng. Namun, setir aktif bukanlah demikian. Setir aktif lebih hebat lagi. Saat parkir, pengemudi tidak perlu ribet memutar setir sampai beberapa kali untuk mendapatkan sudut belok besar.
Sebagai contoh, untuk parkir dengan mobil tanpa setir aktif, agar roda depan membuat sudut belokan maksimum atau 32 derajat (habis)—dengan perbandingan setir, 20 : 1—lingkaran setir harus diputar 640 derajat atau hampir dua putaran. Ini cukup merepot pengemudi!
Nah, bandingkan dengan setir aktif yang digunakan BMW. Untuk sudut belok maksimum maksimal roda, 32 derajat, pengemudi cukup memutar 320 derajat atau tidak sampai satu putaran. Hal tersebut sangat membantu, terutama di jalanan yang banyak tikungan sempit atau patah.
Selama Kompas.com melakukan tes, setir aktif pada 730Li membuat proses mengemudi mobil besar ini layaknya proses mengemudikan mobil kompak. Pasalnya, mobil tetap bisa bermanuver dengan lincah.
Perbandingan atau rasio setir pada setir aktif BMW selalu berubah sesuai dengan kecepatan mobil. Makin tinggi kecepatan, setir harus diputar lebih banyak untuk sedikit membelokkan roda. Pada kecepatan 60 km/jam, misalnya, agar roda depan bisa membelok dengan sudut 32 derajat, setir harus diputar 406 derajat. Ini lebih dari satu putaran atau perbandingan menjadi 12,6!
Selanjutnya, ketika mobil melaju pada kecepatan 120-140 km/jam, pengemudi harus memutar setir 520 derajat untuk membelokkan roda depan 32 derajat atau perbandingan menjadi 16,25. Inilah yang disebut dengan kondisi aktif!
Kondisi yang disebutkan terakhir hanya sebagai gambaran. Pasalnya, tidak mungkin pengemudi membuat sudut belokan habis pada kecepatan tinggi. Paling tinggi, 8 derajat. Namun pengemudi harus memutar setir 130 derajat.
Makin besarnya angka perbandingan setir pada kecepatan tinggi bertujuan untuk memperoleh tingkat kenyamanan yang lebih tinggi. Pasalnya, pada kecepatan tinggi, mobil lebih sensitif terhadap pengaruh gerakan. Sedikit saja setir bergerak, arah mobil langsung berubah. Dengan cara seperti yang dilakukan BMW ini, diperlukan putaran setir yang lebih besar untuk mendapatkan sudut belokan kecil.
Mekanisme
Jantung dari sistem setir aktif adalah satu set gigi planet yang disatukan pada batang setir. Untuk menggerakkan setir, motor listrik dipasang pada mekanisme setir tersebut. Di sinilah kehebatan sistem terlihat. Ketika menerima sinyal bahwa lingkaran setir digerakkan oleh pengemudi, sistem langsung bekerja memerintah motor listrik untuk mengaktifkan mekanisme setir yang membelokkan roda melalui roda gigi planet.
Setir aktif juga dimanfaatkan untuk mengoreksi arah mobil. Bila misalnya terjadi gejala oversteering atau direm pada permukaan yang bisa berubah-ubah, maka DSC atau dynamic stability control akan mengindentifikasi masalah. Setir aktif pun mengurangi gerakan setir.
BMW mengklaim, respons setir aktif lebih cepat dibanding respons seorang pengemudi yang sangat berpengalaman. Satu hal lagi, bila terjadi gangguan pada sistem elektronis, maka mekanisme setir masih tetap bisa dikontrol oleh pengemudi atau disebut sistem pengaman. Adapun untuk mendapatkan “rasa” bahwa mobil tetap digunakan, pilihan sistem setir adalah rack and pinion atau sama dengan yang digunakan pada mobil-mobil konvensional masa kini.
ZBJ
Periksa Komponen Motor Untuk Perjalanan Jauh
Artikel Terkait...:
disalin dari kompas.com
Pemudik yang ingin pulang kampung naik sepeda motor boleh dibilang saat ini paling nyaman. Terutama jarak tempuhnya dari Jakarta menuju Jawa Tengah dan sebaliknya, terhindar dari kemacetan. Supaya lancar ke tempat tujuan, para bikers perlu mendata komponen fast moving yang perlu diperiksa kondisinya. Dan bila perlu diganti agar perjalanan lancar.Barangkali, tidak semua pemilik motor paham akan komponen fast moving. Apalagi langkah serta waktu pengecekan masing-masing bagian umurnya berlainan. Sehingga kemungkinan terjadi selisih waktu atau jarak ketika proses penggantian komponen.
Inilah komponen tersebut.
Oli MesinJika oli masih punya jarak tempuh 1.000 km, sedangkan rute mudik di atas itu, sebaiknya diganti baru. Karena, untuk sekali penggantian oli punya masa pakai 2 bulan atau 2000 – 3.000 km. Selain itu, untuk menjaga performa dan kerja mesin. “Oli yang sudah lama tetap terus dipakai, kualitasnya turun dan mempercepat keausan permukaan yang digesek,” jelas edi Selamat, mekanik Selta Motor di Condet, Jakarta Timur.
BusiWajib diganti bila sudah menempuh 6.000 km atau 4 bulan dan pengecekan dilakukan setiap 3.000 km. Jika lewat dari batas waktu tersebut, biasanya ada endapan arang atau elektroda busi sedikit aus. Sehingga mengakibatkan motor sulit hidup atau tenaga motor berkurang.
Bila sisa waktu pemakaian tinggal 1.000 km, sebaiknya ganti baru kalau jaraknya lebih dari itu. Seumpama harus dibersihkan, gunakan sikat kawat dan ampelas. Kemudian setting celah busi pakai filler ukuran 0,6 – 0,7 mm.
RantaiKalaupun harus mengganti rantai, mesti satu set. Selain rantai, juga berikut gigi utama dan yang kecil. Untuk penggantian memang tak ada batas waktu. Tapi hampir semua mekanik menyarankan memeriksa rantai setiap 4.000 km.
Untuk memastikan rantai harus diganti, melihat kekenduran dan posisi penyetelannya. Jika baut penyetelan sudah mentok ke belakang, rantai sebaiknya diganti saja. “Ganti harus satu set dengnan gir. Sebab, kalau mata gir sudah lancip akan mengikis rantai yang baru,” saran Maman Sugiman, kepala instruktur HMTC
Kampas remWaktu penggantian kampas rem cakram dan kampas rem teromol syaratnya tidak jauh dengan rantai penggerak. Disarankan memeriksanya setiap 4.000 km. Untuk memeriksa batas waktu pengantian kampas rem di teromol, caranya jauh lebih mudah. Bisa dilacak lewat jarum penunjuk di tuas pengukit yang ada di teromol.
Sementara untuk perangkat model cakram, memastikan ketebalan kampas bisa diintip dari batas volume minyak rem di master rem. “Atau kalau mau sedikit repot, lihat kedalaman alur calah di kampas apakah sudah mulai rata. Sebab itu tanda kalau kampas minta diganti,” lanjut Maman alias Boim yang tugas di Jl Tole Iskandar, Depok.
Ban
Termasuk salah satu komponen paling vital dan perlu pengecekan ekstra, terutama ketebalan alur atau kembang ban. Bila kembangnya sudah aus, memungkinkan keseimbangan motor jadi terganggu. Bahkan, tingkat gesek dan pengereman ban ke aspal jadi kurang maksimal. Disarankan untuk memeriksa ketebalan setiap 4.000 km. Sebab, bila batas pemakaian kembang ban sudah melebihi ukuran 1,6 mm sebaiknya ban diganti baru. Itu baru aman. (KR15)
SBT
Persiapan perjalanan jauh dengan sepeda motor
Artikel Terkait...:
disalin dari kompas.com
Mau melakukan perjalanan jauh dengan sepeda motor ke kampung halaman untuk merayakan lebaran, tak cukup ditopang mesin yang prima. Sistem kaki-kaki harus kuat, apalagi kalau sudah mengalami modifikasi.“Untuk jalan jauh, sebaiknya semua balik ke standar. Tapi kalau sudah ganti pelek, ban dan sokbreker, ikuti aturan standar dari part yang baru,” saran Dodiyanto dari departemen teknik PT Gadjah Tunggal.
Supaya perjalanan nyaman, yuk cek kaki-kaki.
Tekanan AnginTekanan angin harus disesuaikan dengan spek ban. Buat acuan, depan 2 kg/cm² atau 28 psi. Sedang belakang 2,25 kg/cm² atau 32 psi. “Ukuran itu ada toleransinya. Olus minus 0,2 buat ukuran kg/cm² dan 3 buat psi,” jelas Dodi, sapaan akrab Dodiyanto.
Sampai tekanan angin kurang, putaran mesin jadi berat dan boros bahan bakar. Selain itu, pelek mudah rusak akibat membentur jalan keriting.
Hindari pakai ban yang kondisinya kurang baik. “Karena umur dan pemakaian, karet ban bisa getas. Dindingnya retak-retak dan usia pakai bisa dilihat dari petunjuk segitiga di samping ban,” beber Dodi. Patokannya, lanjutnya, ketinggian coakan atau groove ban lebih tinggi dari yang lain. Jika udah sampai batas itu, harus diganti.
Balancing Setelah tekanan angin dan ban, kini periksa pelek. Pastikan tidak oleng dan balans. Untuk mengetahuinya bisa dilakukan sendiri. Untuk pelek jari-jari (spoke wheel) periksa kekencangan jeruji. “Caranya, bikin patokan dari spidol di sokbreker. Putar roda, jika spidol tersentuh, berarti pelek tidak rata,” kata Dodi. Olengnya roda bisa dikarenakan bearing roda. Ini bisa dideteksi dengan menggoyang roda ke kiri dan kanan.
SuspensiBuat mudik, sokbreker boleh disetel keras, terutama jika mengangkut beban lebih berat dari biasanya. Kemudian periksa ayunan (rebound) sokbreker. Ini dipengaruhi per. Cek sok depan dengan memasang insulock atau tie-red di batangnya. Kemudian tekan sekeras-kerasnya sambil mengunci rem depan, insulock akan bergerak naik. Jarak antara insulock dan tabung sok adalah jarak main peredam kejut. Jika sok depan terlalu empuk, perkeras dengan menambah ring 1 sampai 2 mm. “Boleh juga tambah minyak sokbreker, tapi cukup 5 ml saja. Sebaiknya ganti dulu minyak sok dengan yang baru, setelah itu baru ditambah,” ujar Rainer M Sitorus, Senior Manager Service Department PT kawasaki Motor Indonesia.
Untuk sokbreker belakang, jika beban tambahan cukup banyak, bisa diperkeras dengan memutar 1 atau 2 tingkat kekerasan per. (Aries)
SBT
Harga Mobil Baru
disalin dari toyota.astra.co.id
Price List
(Effective from : January 1, 2010)
MODEL | MODEL CODE | ENGINE | TRANSMISSION | PRICE (Rp) | |||||
| CBU | ALPHARD | 3.5L | Highgrade | GGH20R-PFTQK 00/01 | 2GR-FE, V-line, 6Cyl, 24 Valve DOHC, Dual VVT-i | 3500 cc | 6-Speeds A/T Super ECT | 680.000.000 | |
| 2.4L - G | Highgrade | ANH20R - PFXQK 00 | 2AZ-FE, In line, 4 Cyl, 16 Valve DOHC, VVT-i | 2400 cc | A/T CVT (Continues Variable Transmission) | 610.000.000 | |||
| 2.4L - X | Standard | ANH20R - PFXGK 00 | 530.000.000 | ||||||
| PRIUS HYBRID | 3rd Gen. | ZVW30R - AHXEBW 00 | 2ZR - FXE, In line, 4 Cyl, 16 Valve DOHC, VVT-i | 1800 cc | A/T CVT (Continues Variable Transmission) | 382.000.000 | |||
| LANDCRUISER LC200 | Standard | VDJ200R-GNTEZ LM | DOHC 8Cyl FTV Twin Turbo Diesel | 4500 cc | 6 Speed Automatic | 678.000.000 | |||
| Full Spec | VDJ200R - GNTEZ LM | 757.000.000 | |||||||
| PREVIA | Full Spec | ACR50R - GFPGK - M1 | 2AZ-FE, Gasoline 16 Valves | 2400 cc | 4 Speed Automatic | 585.000.000 | |||
| LEXUS | LX 570 | URJ201R-GNTGKQ 00 | V8 3UR-FE | 5700 cc | 6-Speeds A/T | 1.117.200.000 | |||
| LS 460 L | USF41R-AEZGHW 00 | V8 D-4S | 4600 cc | 8-Speeds Sequential-Shift A/T | 1.201.900.000 | ||||
| GS 300 | GRS190R-BETQK 00 | V6 3GR-FE | 3000 cc | 6-Speeds A/T | 654.500.000 | ||||
| RX 350 | GSU35R-AWAGKW 00 | V6 2GR-FE | 3500 cc | 5 Speed Multi-mode A/T Super ECT | 637.200.000 | ||||
| IS 300 | GSE22R-AETLK 00 | V6 3GR-FE | 3000 cc | 6-Speeds A/T | 608.500.000 | ||||
| YARIS | J M/T | NCP91R-AHMDKD 10 | 1NZ-FE, 4 Cyl, DOHC,16 Valves, VVT-I, ETCS-i | 1500 cc | 5 Speed Manual | 139.600.000 | |||
| E M/T | NCP91R-AHMRKD 10 | 147.200.000 | |||||||
| J A/T | NCP91R-AHPDKD 10 | 4 Speed Automatic | 146.600.000 | ||||||
| E A/T | NCP91R-AHPRKD 10 | 154.200.000 | |||||||
| S M/T | NCP91R-AHMVKD 10 | 149.450.000 | |||||||
| S A/T Ltd | NCP91R-AHPVKD 11 | 166.800.000 | |||||||
| VIOS | E M/T | NCP93R-BEMRKD-00 | 1NZ-FE,4 Cyl, DOHC,16 Valves, VVTi, ETCS-i | 1500 cc | 5 Speed Manual | 152.850.000 | |||
| G M/T | NCP93R-BEMGKD-00 | 164.550.000 | |||||||
| G A/T | NCP93R-BEPGKD-00 | 4 Speed Automatic | 176.550.000 | ||||||
| COROLLA ALTIS | 1.8J M/T | ZZE142R-GEMDKD 00 | 1ZZ-FE,4 Cyl, DOHC,16 Valves, VVTi | 1800 cc | 5 Speed Manual | 218.920.000 | |||
| 1.8G A/T | ZZE142R-GEPDKD 00 | 4 Speed Automatic | 237.420.000 | ||||||
| 2.0 V A/T | ZRE143R-GEPVKD 00 | 2000 cc | 246.595.000 | ||||||
| NEW CAMRY | 2.4G A/T | ACV40R-JEAEKD 00 | 2AZ-FE, 4 Cyl, DOHC, 16 Valves, VVTi | 2400 cc | 5 Speed Automatic | 306.010.000 | |||
| 2.4V A/T | ACV40R-JEAGKD 00 | 328.910.000 | |||||||
| 3.5Q A/T | GSV40R-JETGKD 00 | 2GR-FE, V6, DOHC, 24 Valves, VVTi | 3500 cc | 6 Speed Automatic | 394.810.000 | ||||
| Hi-Lux | 4x2 M/T SCab Chassis | TGN10R-TRMRKD3 00 | 1TR-FE, 4 Cyl, DOHC, 16 valves, VVTi | 2000 cc | 5 Speed Manual | 109.500.000 | |||
| 4x2 M/T Pick-up | TGN10R-TRMDKD 10 | 119.350.000 | |||||||
| 4x4 E M/T Double Cab | KUN26R - PRMSYD 00 | 1KD-FTV Turbo Intercooler, 4IL, 16 valves, DOHC, D-4D | 3000 cc | 5 Speed Manual | 223.380.000 | ||||
| 4x4 G M/T Double Cab | KUN26R - PRMSYD 01 | 239.925.000 | |||||||
| CKD | FORTUNER | G 4x2 M/T Diesel | KUN60R-EKMSHD 10 | 2KD-FTV, 4Cyl, DOHC, 16 Valves, Turbo | 2500 cc | 5 Speed Manual | 277.520.000 | ||
| G 4x2 A/T Diesel | KUN60R-EKPSHD 00 | 4 Speed Automatic | 283.176.000 | ||||||
| G 4x2 A/T Diesel TRD | KUN60R-EKPSHD 01 | 4 Speed A/T with TRD accessories | 308.176.000 | ||||||
| G 4x2 A/T Lux | TGN61R-EKPSKD 21 | 2TR-FE, 4 Cyl, DOHC, 16 Valves, VVTi | 2700 cc | 4 Speed Automatic | 336.320.000 | ||||
| V 4x4 A/T | TGN51R-EKPSKD 20 | 381.820.000 | |||||||
| RUSH | G M/T | F700RE-GMDFJ 01 | 3SZ-VE, 4 Cyl, DOHC, 16 Valves, VVTi, with spec improvement | 1500 cc | 5 Speed Manual | 152.050.000 | |||
| S M/T | F700RE-GMMFJ 01 | 159.750.000 | |||||||
| S A/T | F700RE-GQMFJ 01 | 4 Speed Automatic | 171.700.000 | ||||||
| AVANZA | E M/T | F601RM-GMDFJJ 10 | K3-VE, 4 Cyl, DOHC, 16 Valves, VVTi | 1300 cc | 5 Speed Manual | 107.560.000 | |||
| G M/T | F601RM-GMMFJJ 10 | 115.760.000 | |||||||
| G A/T | F601RM-GQMFJJ 00 | 4 Speed Automatic | 124.860.000 | ||||||
| S M/T | F602RM-GMSFJJ 10 | 3SZ-VE, 4 Cyl, DOHC, 16 Valves, VVTi | 1500 cc | 5 Speed Manual | 129.360.000 | ||||
| S A/T | F602RM-GQSFJJ 10 | 4 Speed Automatic | 138.860.000 | ||||||
| DYNA | ST (Small Truck) with PS | WU302R-TKMLHD3 00 | W04D-TP, 4 Cyl, Turbo Charger with Intercooler | 110 PS | 5 Speed Manual | 164.426.000 | |||
| ST (Small Truck) w/o PS | WU302R-TKMLHD3 01 | 158.554.000 | |||||||
| FT (Fast Truck) with PS | WU342R-TKMQHD3 00 | 185.270.000 | |||||||
| FT (Fast Truck) w/o PS | WU342R-TKMQHD3 01 | 179.398.000 | |||||||
| ET (Econo Truck) with PS | WU342R-TKMRHD3 00 | 189.576.000 | |||||||
| ET (Econo Truck) w/o PS | WU342R-TKMRHD3 01 | 183.704.000 | |||||||
| XT (Xpress Truck) with PS | WU342R-TKMRJD3 00 | W04D-TR, 4 Cyl, Turbo Charger with Intercooler | 130 PS | 204.060.000 | |||||
| XT (Xpress Truck) w/o PS | WU342R-TKMRJD3 01 | 198.188.000 | |||||||
| HT (Heavy Truck) with PS (STD Final Gear) | WU342R-TKMTJD3 00 | 205.821.000 | |||||||
| HT (Heavy Truck) w/o PS (STD Final Gear) | WU342R-TKMTJD3 01 | 199.949.000 | |||||||
| HT (Heavy Truck) with PS (Hi Final Gear) | WU342R-TKMTJD3 02 | 206.310.000 | |||||||
| HT (Heavy Truck) w/o PS (Hi Final Gear) | WU342R-TKMTJD3 03 | 200.439.000 | |||||||
| KIJANG INNOVA GASOLINE | J BUSINESS | TGN40R-GKMJKD 01 | 1TR-FE, 4 Cyl, DOHC, 16 valves, VVTi | 2000 cc | 5 Speed Manual | 139.570.000 | |||
| J STD | TGN40R-GKMJKD 00 | 142.100.000 | |||||||
| E M/T | TGN40R-GKMRKD 20 | 154.780.000 | |||||||
| G M/T | TGN40R-GKMDKD 21 | 2000 cc | 169.580.000 | ||||||
| G M/T Luxury | TGN40R-GKMDKD 23 | 172580000 | |||||||
| G A/T | TGN40R-GKPDKD 21 | 2000 cc | 4 Speed Automatic | 179.980.000 | |||||
| G A/T Luxury | TGN40R-GKPDKD 23 | 182580000 | |||||||
| V M/T | TGN40R-GKMNKD 20 | 2000 cc | 5 Speed Manual | 194.980.000 | |||||
| V M/T Luxury | TGN40R-GKMNKD 23 | 199.030.000 | |||||||
| V A/T | TGN40R-GKPNKD 20 | 4 Speed Automatic | 205.380.000 | ||||||
| V A/T Luxury | TGN40R-GKPNKD 23 | 209.130.000 | |||||||
| KIJANG INNOVA DIESEL | E STD | KUN40R-GKMRYD 21 | 2KD-FTV, 4Cyl, DOHC, 16 Valves, Turbocharged | 2500 cc | 5 Speed Manual | 166.580.000 | |||
| E M/T | KUN40R-GKMRYD 20 | 169.580.000 | |||||||
| G M/T | KUN40R-GKMDYD 21 | 2500 cc | 5 Speed Manual | 183.780.000 | |||||
| G A/T | KUN40R-GKPDHD 21 | 4 Speed Automatic | 193.780.000 | ||||||
| V M/T | KUN40R-GKMNYD 20 | 2500 cc | 5 Speed Manual | 209.080.000 | |||||
| V A/T | KUN40R-GKPNHD 20 | 4 Speed Automatic | 219.180.000 | ||||||
REMARKS :
(1) The above prices are subject to change at aytime without prior notice.
(2) The above prices are for vehicles as described in catalogue issued by PT. Toyota-Astra Motor.
(3) The above prices do not include temporary and permanent police registration charge.
(1) The above prices are subject to change at aytime without prior notice.
(2) The above prices are for vehicles as described in catalogue issued by PT. Toyota-Astra Motor.
(3) The above prices do not include temporary and permanent police registration charge.
Mengemudi Aman dan Efisien
disalin dari toyota.astra.co.id
- Pengecekan Bagian Luar Mobil Sebelum menggunakan mobil cek kondisi sekeliling bodi, pastikan semua dalam kondisi baik dan layak jalan.
- Pengecekan Dalam Mobil Saat memasuki kabin mobil hal penting yang perlu di cek adalah kondisi karet pedal kopling, rem dan gas. Semuanya harus terpasang dengan baik dan tidak tipis. Lalu, cek juga rem tangan mobil, terutama tuas dan penguncinya. Semuanya harus dalam kondisi dan berfungsi dengan baik.
- Posisi Duduk Ada 3 hal penting yang akan kita dapatkan apabila posisi duduk kita sudah tepat, yaitu:
- Komunikasi
Mudah berkomunikasi dengan pengendara lain dan memantau situasi di luar mobil. - Kenyamanan
Tidak mudah lelah dan selalu sigap meski mengemudi jarak jauh. - Kontrol
Mudah merasakan gejala awal ketika mobil mulai kehilangan keseimbangan. Sehingga bisa segera mengantisipasinya.
- Olah Kemudi
- Tarik-Dorong
- Silang
- Teknik Pengereman Salah satu fitur yang berkaitan dengan teknik pengereman adalah Anti Lock Brake System (ABS), Electronic Force Brake Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA).
- Scanning Ketika sedang mengendarai mobil, perlu memperhatikan semua pengguna jalan atau kondisi jalan sekitar, misalnya motor, mobil, rambu-rambu, pejalan kaki ataupun objek-objek penting lainnya yang dapat mempengaruhi kesigapan saat mengemudi.
- Blind Spot Blind Spot adalah area yang tidak terlihat secara langsung oleh kaca spion tengah, kanan ataupun kiri. Dengan keterbatasan ini, perlu membiasakan diri untuk melakukan Shoulder Check yaitu dengan menoleh sesaat ke kiri atau kanan sesuai arah belok Anda.
- Safe Following Distance Ketika sedang mengendarai mobil, jaga jarak aman ideal mobil dengan mobil di depan yaitu sekitar 3 detik. Caranya:
- Safe Stopping Distance Saat menghentikan mobil, pastikan jarak mobil cukup memadai sehingga bisa melihat kedua ban belakang mobil yang berada di depan. Hal ini agar memudahkan saat terjadi kondisi yang memaksa Anda harus keluar dari antrian kendaraan.
- Parkir Untuk memudahkan saat parkir, perlu memahami dan menggunakan patokan-patokan yang ada pada mobil. Seperti terlihat pada gambar berikut:
Pengecekan BanCek tekanan angin dan kondisi ban mobil (termasuk ban cadangan) minimal seminggu sekali sebelum mobil digunakan. Periksa tekanan angin dengan menggunakan Tire Presure Gauge, dan pastikan tekanan sesuai dengan standar. Untuk memeriksa ketebalan ban, gunakan Trade Wear Indicator, yaitu berupa tanda segitiga pada dinding ban dan tonjolan pada telapak ban.Jika kembangan ban sudah rata dengan tonjolan tersebut, maka gantilah segera ban Anda. Pengecekan Mesin Lakukan pengecekan ruang mesin minimal seminggu sekali pada bagian oli mesin, oli rem, air radiator dan air aki. Pastikan ketinggian oli ataupun air berada di bawah garis maksimal. Selanjutnya cek juga karet-karet selang dan tali kipas. Pastikan semua masih lentur dan tidak ada retakan.
Untuk mendapatkan posisi duduk yang tepat ikuti prosedur dalam hal:Sabuk PengamanGunakan selalu Sabuk Pengaman sebagai perlengkapan pelindung keselamatan utama. Pastikan terdengar suara KLIK!, saat memasangnya. Penggunaan sabuk pengaman yang tepat, harus melewati tulang bahu dan pinggul. Gunakan pengatur ketinggian sabuk pengaman agar memudahkan mendapatkan posisi duduk yang tepat.Jarak Kursi Atur jarak kursi sehingga kamu mudah mengoperasikan pedal gas, rem dan kopling.Sandaran Kursi Posisi sandaran kursi harus nyaman, tidak terlalu tegak namun tidak terlalu landai.Setelah duduk dengan nyaman, lakukan pengecekan berikut ini:Jarak Tubuh & KemudiJarak ideal tubuh dengan kemudi yaitu sekitar 25cm. Cara mengukurnya, letakkan kedua pergelangan tangan Anda pada jam 12. Kemudian atur sandaran kursi.Posisi Penahan Kepala Tempatkan sandaran kepala sejajar dengan tinggi kepala. Ketinggian Kemudi Sesuaikan ketinggian kemudi sampai merasa nyaman untuk mengemudi.
Pengecekan Instrumen DashboardCek semua indikator di dashboard ketika kunci dalam posisi ON. Untuk kendaraan yang dilengkapi dengan ABS dan SRS Airbag, pastikan saat menyalakan mobil indikator tersebut mati.Pengaturan Kaca Spion Atur semua posisi kaca spion supaya memudahkan memantau situasi di luar mobil.Pengecekan Lampu-lampu Pastikan semua lampu-lampu berfungsi dengan baik.
Hindari kebiasaan mengemudi dengan satu tangan, telapak tangan dan mengemudi dengan jari yang masuk ke lingkar setir. Selain mudah kehilangan kendali saat mengemudikan mobil, Anda juga terancam bahaya cedera bahkan kematian.
Ada 2 Teknik olah kemudi yang tepat yaitu sebagai berikut:
ABS berfungsi agar ban tidak terkunci saat terjadi pengereman.Caranya injak sekuat tenaga pedal rem sambil arahkan mobil ke tempat yang lebih aman.EBD berfungsi mendistribusikan daya pengereman ke setiap roda sesuai beban kendaraan. Mekanisme ini bekerja bersama ABS dan sangat bermanfaat ketika mengerem pada jalan menikung.Sementara itu, BA berguna untuk menambah daya pengereman saat mengerem mendadak. Mekanisme ini bekerja berdasarkan kecepatan menginjak pedal rem pada kondisi darurat. Sehingga dengan sedikit injakan tapi cepat, mobil dapat berhenti dengan cepat.
Temukan patokan yang cukup besar dan tidak bergerak di sepanjang jalan.Kemudian saat mobil lain di depan melintasi patokan tersebut, hitung dengan angka ‘1000 dan 1, 1000 dan 2, 1000 dan 3’. Pastikan mobil melewati patokan yang sama pada akhir hitungan. Jika sudah tepat, maka Anda telah memenuhi jarak aman ideal.
- Pastikan kondisi mesin selalu prima.
- Jaga putaran mesin tetap rendah.
- Hindari akselerasi dan pengereman berlebihan.
- Gunakan pengereman dengan mesin.
- Tekanan udara ban selalu normal.
- Gunakan SPBU yang kredibel dan akurat.
- Matikan AC jika tidak diperlukan.
Langganan:
Postingan (Atom)
My Blog List
About this blog
selalu awali harimu dengan senyum