Tampilkan postingan dengan label ruang waktu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ruang waktu. Tampilkan semua postingan

Selasa, Januari 26, 2010

tempat tinggal

by Romi Satria Wahono
 
rumahMencari rumah, termasuk hal yang pelik dalam hidup. Melibatkan semua elemen kehidupan, baik internal maupun eksternal. Memperhatikan masalah kemampuan finansial, lokasi sekolah anak-anak, lokasi tempat ibadah, lokasi pasar dan tempat belanja, lokasi taman bermain dan tempat rekreasi, gaya kehidupan sosial, sampai masalah kondisi air/listrik/gas, dsb. Melanjutkan tulisan saya dua tahun lalu ( halah, lama amir om! :) ) yang berjudul Lokasi Rumah Ideal di Jabodetabek, saya mencoba membagi hasil review yang saya lakukan sejak november 2009. Lha kenapa kok tiba-tiba jadi survey rumah lagi om? Kebetulan anak-anak sudah mulai banyak dan gede-gede, butuh kamar baru, butuh space yang agak luas. Merenovasi rumah yang ada di Puri Gading ada keterbatasan waktu, space dan kerepotan harus kontrak rumah selama renovasi. Jadi pindah dan membeli rumah siap huni adalah pilihan terbaik :)
ALGORITMA PENILAIAN RUMAH
Saya mulai dari bagaimana alur berpikir atau algoritma saya dalam melakukan survey dan penentuan rumah.

  1. Menetapkan requirement specification dari rumah yang saya inginkan, yaitu:

    1. Posisi rumah dekat dengan tol (TOL)

    2. Posisi rumah tidak terlalu jauh dari Jakarta (JAKARTA)

    3. Fasilitas perumahan lengkap (sport center, tempat belanja, convenience store, tempat rekreasi) (FASILITAS)

    4. Posisi dekat dengan Sekolah dan lebih baik ada sekolah Islam Terpadu (TK/SD IT) (SEKOLAH)

    5. Posisi rumah di dalam cluster dan tanpa pagar (tidak di boulevard utama atau di pinggir jalan besar) (CLUSTER)

    6. Perumahan asri dan banyak pepohonan (ASRI)

    7. Jalan depan rumah lebar minimal 11 m (ROW)

    8. Kesiapan huni (HUNI)

    9. Isu-isu buruk tentang perumahan tidak banyak (ISU)

    10. Harga murah (HARGA)

  2. Mencari dan mengumpulkan isu yang muncul tentang perumahan lewat milis dan forum di Internet

  3. Menetapkan target perumahan dan memulai survey langsung ke pemasaran perumahan. Isu yang dikumpulkan pada tahap 2 dikonfirmasi ke pemasaran atau penduduk sekitar. Kali ini saya menetapkan review untuk lima kompleks perumahan di Cibubur.

  4. Mengkuantifikasi parameter dalam bentuk skor (1-3) dan membuat komparasi dalam bentuk tabel

  5. Kembali ke tahap 2-3 apabila informasi dirasa kurang lengkap
 IMPLEMENTASI DAN PENGUKURAN
Secara umum hasil review lima kompleks perumahan di Cibubur yang saya pilih (Green Park, Cibubur Residence, Raffles Hills, Kota Wisata, Citra Grand) seperti pada gambar di bawah.  Skor ada di field terakhir.
romi-reviewrumahcibubur
Kalau ditampilkan dalam bentuk grafik, seperti di bawah.
romi-reviewrumahcibubur-grafik
Dan ketika total penilaian kita tampilkan dalam bentuk grafik, maka akan menjadi seperti berikut.
romi-skorrumahcibubur
ANALISA LENGKAP HASIL PENGUKURAN

  1. Green Park
    Lokasinya bukan di Cibubur, tapi di sekitar 800 meter dari pintu tol Jati Warna (JORR). Menarik karena kedekatannya dengan tol dan juga jarak ke Jakarta cukup dekat. Perumahan baru yang mendapatkan penjualan tertinggi di Pameran Properti tahun 2007 (Jakarta Convention Center). Fasilitas masih belum banyak dibangun, baru berhasil membangun satu cluster. Banyak sekolah di sekitar lokasi, meskipun tidak di dalam kompleks. Kompleks perumahan direncanakan hijau dan asri. Pembelian rumah perlu inden satu tahun. Ada beberapa isu yang muncul pada perumahan Green Park. Pertama masalah jalan depan kompleks yang tidak juga selesai sampai sekarang. Kegagalan membebaskan dua rumah penduduk yang letaknya di depan, cukup mengganggu pandangan, karena bentuk dan tipe rumah tidak serasi dengan rumah di Green Park. Isu lainnya beberapa kali Green Park didemo warga berhubungan dengan masalah saluran air yang kemungkinan membuat warga di luar Green Park kebanjiran. Satu masalah besar yang paling menyakitkan adalah harga. Harga naik setiap 3 minggu, dan saat ini tidak ada lagi rumah yang dijual dibawah Rp. 500 juta. Bahkan dengan luas bangunan dan tanah yang mirip, Green Park lebih mahal daripada Kota Wisata. Kemungkinan besar harga Green Park tinggi karena biaya pengurukan seluruh lahan di perumahan tersebut.

  2. Cibubur Residence
    Lokasi cukup dekat dengan tol cibubur.  Pengembang sepertinya berkonsentrasi untuk menjadikan Cibubur Residence sebagai kompleks perumahan saja tanpa fasilitas pendukung. Dengan row jalan yang kecil, perumahan cukup berjejal, bahkan taman di setiap cluster dibuat hanya memanfaatkan ujung-ujung cluster yang tidak mungkin dijual. Pembelian rumah memerlukan inden sekitar 1 tahun dan harga sedang, tidak mahal dan tidak murah. Salah satu andalan perumahan Cibubur Residence adalah kedekatan dengan jalan tol. Bahkan kantor pemasaran dibuat seadanya dengan memanfaatkan rumah contoh di bagian paling depan, dekat dengan pintu masuk. Banyak isu yang muncul di Internet tentang perumahan ini adalah masalah kualitas bangunan yang tidak seimbang dengan harga, misalnya pintu utama yang hanya menggunakan triplek tebal, dsb. Hasil dari survey lokasi dan Internet, secara nilai total, Cibubur Residence saya nilai paling rendah diantara lima perumahan yang saya review.

  3. Raffles Hills
    Perumahan elit, asri, fasilitas lengkap dan termasuk yang populer di Cibubur karena kedekatannya dengan pintu tol Cibubur. Isu penting dari Raffles Hills adalah keterjang tol JORR-2 yang membelah Raffles Hills menjadi dua bagian. Flyover tol akan mengakibatkan Raffles Hills berlubang sekitar 50 meter. Sebagian besar penghuni cluster yang keterjang tol JORR-2 sudah menerima biaya pembebasan lahan, sebagian pindah ke cluster baru (Spring Land dan Victory Land). Yang menarik dari Raffles Hills adalah adanya potongan harga 25% untuk semua rumah, plus tambahan potongan 10% lagi apabila kita membeli dengan tunai (cash). Bahkan kalau kita mau rumah yang tusuk sate, ditambah ada potongan lagi 5% :) Sebagai tambahan informasi, akan dibangun sekolah internasional (Springfield International School) di dalam kompleks Raffles Hills. Secara total penilaian menduduki peringkat kedua setelah Kota Wisata. Nilai terangkat karena masalah harga, kedekatan dengan tol dan row jalan yang lebar.

  4. Kota Wisata
    Kota Wisata memiliki fasilitas terlengkap, lingkungan indah, asri dengan row jalan yang sangat lebar, baik untuk boulevard utama, kedua maupun jalan di dalam cluster. Untuk orang yang tidak banyak gerak atau keluar ke Jakarta, Kota Wisata termasuk pilihan terbaik. Semua sudah tersedia di dalam kompleks, untuk urusan sekolah ada Fajar Hidayah (TK-SD-SMP-SMA), untuk urusan belanja juga lengkap, bahkan ada pasar modern yang menyediakan makanan fresh, untuk rekreasi ada kampung wisata, fantasy island, dsb. Convenience store semacam indomart dan alfamart juga betebaran di banyak ruko. Mau service mobil ada automotive center. Intinya kalau sudah di dalam, tidak perlu ke mana mana lagi, semua sudah tersedia. Cluster baru yang tersedia adalah Coatesville dan Hacienda Heights, dengan jenis rumah inden atau siap huni. Posisi Kota Wisata 7 km dari pintu tol Cibubur, relatif agak jauh. Harga yang ditawarkan relatif tinggi, meskipun tidak setinggi Green Park. Isu yang muncul adalah masalah jalan tol JORR-2 yang akan menerjang cluster montreal dan sekitarnya. Apabila tol akan mengikuti jalur pipa gas, maka yang akan diterjang oleh tol JORR-2 adalah wilayah cluster terdepan dari Kota Wisata. Isu lainnya adalah masalah bau sampah dari TPA bantar gebang yang kadang tertiup angin memasuki wilayah kota wisata, meskipun secara lokasi sebenarnya sangat jauh ke TPA bantar gebang. Total skor untuk Kota Wisata adalah yang paling tinggi diantara lima kompleks perumahan yang saya survey.

  5. Citra Grand
    Keunggulan dari Citra Grand adalah harga yang relatif murah dibandingkan dengan perumahan lain. Fasilitas cukup lengkap dengan tambahan keunggulan adanya mal citra grand. Jalanan boulevard utama dan pintu masuk yang kecil adalah hal yang paling tidak saya sukai dari Citra Grand. Isu yang muncul dari Citra Grand adalah masalah pengaturan biaya bulanan (sampah, keamanan, dan listrik) oleh pengembang yang terlalu tinggi. Masalah tol, kemungkinan pintu tol JORR-2 akan ada di depan pintu gerbang Citra Grand, isu ini menarik bagi yang banyak menggunakan tol.  Tidak ada rumah siap huni, semua pembelian sistem inden sekitar 1 tahun. Secara total penilaian, Citra Grand relatif mirip dengan Green Park, meskipun tidak secara skala perumahan, karena Citra Grand jauh lebih besar dengan banyak cluster didalamnya.
KESIMPULAN
Bagaimanapun juga penilaian perumahan tetap sulit untuk obyektif, meskipun sudah diusahakan seobyektif mungkin :) Meskipun tidak sempurna, anggap saja review yang saya buat adalah salah satu referensi bagi yang berencana memiliki rumah di sekitar Jati Warna dan Cibubur. Insya Allah lain waktu akan saya sajikan review mendetail untuk perumahan lain. Bagaimanapun juga, rumah ideal adalah rumah impian, kadang sulit kita dapatkan hingga sering kita lupakan.
Tapi mudah-mudahan tetap selalu kita perdjoeangkan, karena memang mimpi datang untuk diperdjoeangkan :)

Rabu, Januari 20, 2010

Akses Facebook


  KOMPAS.com

--- Banyak yang bertanya tentang bagaimana cara buka Facebook Chat di handphone, kalo biasanya Facebook Chat hanya bisa dibuka di komputer/ PC sedangkan Facebook sendiri dapat dibuka secara mobile via handphone atau aplikasi lain di BlackBerry atau iPhone. Kali ini akan dibahas tentang aplikasi yang dapat digunakan untuk chatting khususnya Facebook Chat melalui BlackBerry.

Aplikasi bernama Palringo merupakan salah satu aplikasi instant messenger multiprotokol yang dapat digunakan untuk chatting via mobile atau via desktop dan menangani berbagai layanan instant messenger, tercatat ada sekitar 11 layanan mulai dari Yahoo!Messenger sampai dengan Facebook Chat termasuk Palringo Chat. Untuk instalasi aplikasi ini dapat digunakan untuk perangkat mobile dengan platform seperti Java, Windows Mobile, Symbian/ S60, Aplle iPhone/ iPod Touch, BlackBerry bahkan untuk Android. Untuk perangkat komputer/ PC tersedia juga untuk Windows PC dan Mac OS X, cukup lengkap kan? Jadi gak hanya menangani BlackBerry dan iPhone aja tetapi dapat juga untuk handphone Java atau Symbian.

Kali ini dibahas pemakaian untuk perangkat BlackBerry, untuk perangkat lain tidak berbeda jauh.

1. Pertama download aplikasi Palringo via browser PC di http://www.palringo.com/en/gb/download atau download OTA via perangkat Blackberry di alamat http://modept.mobi/download/palringo/app pilih jenis handphone dan tipe OS yang ada. Setelah terinstal buka aplikasi Palringo.

2. Pertama kali daftar dulu account Palringgo menggunakan alamat email, setelah aktif klik "Service" pada tulisan "Not Connected" klik dua kali untuk "Sign In" menggunakan account yang sudah dibuat tadi. Setelah tersambung dengan account Palringo, tambahkan account Chat/ IM dari layanan yang lain antara lain terdapat MSN/ Windows Live Messenger, Yahoo! Messenger, AIM/ AOL Instant Messenger, Tancent QQ, Gadu-Gadu, ICQ, XMPP/ Jabber, Facebook Chat,GTalk/ Google Talk, dan iChat.

3. Lalu, arahkan kursor pada account Palringo, klik logo BlackBerry di samping kiri trackball, klik "Service", klik lagi “Add Service" sampai ditemukan logo layanan yang mau ditambahkan, kemudian isikan ID atau Username dan password-nya sampai terkoneksi, account layanan ini akan muncul di bawah account Palringo.

Di bagian atas layar ada dua menu, satu dengan logo Palringgo huruf "P" dan menu "Contacts". Menu pertama untuk mengatur tentang "Service" atau layanan yang akan diaktifkan, "Active Chats" atau pesan yang masuk, "Location" untuk menunjukkan lokasi/ daerah kita Online dan menu "Help" untuk bantuan.

4. Untuk mengetahui teman yang sedang online atau bahkan yang offline, arahkan kursor trackball ke "Contacts". Untuk Chat dengan teman ini cukup arahkan kursor ke nama teman terus klik trackball untuk "Private Chat" atau klik "properties" untuk melihat info tentang teman ini.

Yang unik dari Palringo adalah adanya "Location" yang menunjukkan lokasi pengguna, dapat diatur secara manual dengan menulis nama negara/ kota atau secara auto menggunakan GPS yang ada di BlackBerry atau diatur disable dan bahkan dapat diatur siapa aja yang dapat melihat data lokasi ini apakah semua orang atau tertentu aja.

Sumber: Kompasiana


Editor: wah

Rabu, Januari 13, 2010

Nusantara



KOMPAS.com

--- Tidak mudah menyatukan kawasan negara dengan ribuan pulau di Nusantara. Saat ini memang kabel serat optik yang diyakini efisien dan berkapasitas besar, tetapi teknologi ini tidak murah dan tidak semua pulau bisa disinggahi. Kombinasi antara serat optik dan satelit tampaknya memang tetap menjadi solusi bagi kawasan seperti Nusantara ini.

Rencana membangun jaringan Palapa Ring Timur sampai saat ini tidak kunjung terealisasi, apalagi menyusul gelombang krisis ekonomi global. Palapa Ring Timur pada intinya adalah jaringan serat optik bawah laut di kawasan timur, sebelah timur Pulau Jawa dan Sulawesi.

Dengan kondisi ini, jaringan backbone di kawasan timur itu masih mengandalkan satelit sekalipun dengan bandwidth yang jauh lebih kecil dari serat optik (fiber optic/FO). Peluncuran satelit Palapa D milik Indosat yang sukses merupakan salah satu satelit yang sekarang menjadi jembatan timur dan barat Indonesia, di samping beberapa satelit, seperti milik Telkom dan satelit milik asing.

Selain menjadi backbone telekomunikasi timur-barat, satelit memiliki fungsi yang tidak tergantikan. Boleh dibilang dengan Palapa D yang lebih bertenaga dibandingkan dengan Palapa C2 yang digantikan masih sangat bermanfaat bagi para broadcaster, selain merupakan upaya membuat tidak lagi ada blank spot di Tanah Air.

"Palapa D sekarang sudah beroperasi menggantikan C2 dan semua pengguna di C2 sudah dipindahkan ke Palapa D. Satelit C2 sebenarnya masih bisa berfungsi sampai tahun depan. Namun, secara bertahap kami geser ke posisi lain sebelum nanti akhirnya roket pendorong terakhir melepaskan ke posisi yang jauh," kata Prastowo M Wibowo, Group Head Satellite and Submarine Cable Indosat, dalam pertemuan dengan Kompas.

Palapa D saat ini sudah digunakan 10 dari 12 broadcaster Indonesia, termasuk beberapa broadcaster asing. Dikatakan sangat bertenaga karena sekarang dengan daya 70 watt sudah bisa uplink ke satelit, padahal dengan C2 seperti stasiun RCTI dibutuhkan setidaknya 180 watt.

Satelit yang ditempatkan di 113 derajat BT ini memiliki kapasitas lebih besar, dibuat Thales Alenia Space, Perancis. Dengan 40 transponder, terdiri dari 24 standard C-band, 11 extended C-band, dan 5 Ku-band. Wilayah yang dijangkau mulai dari Indonesia, negara-negara anggota ASEAN, Asia Pasifik, Timur Tengah, sampai Australia.

Jakabare

Jika di kawasan timur Indonesia Indosat lebih mengandalkan satelit, berbeda untuk kawasan barat. Di kawasan barat lebih diandalkan FO bawah laut sebagai backbone komunikasi.

Pembangunan jaringan FO yang mereka beri nama Jakabare, yang merupakan singkatan dari Jakarta, Kalimantan, Batam, dan Singapura), sempat terlambat karena adanya perubahan manajemen di perusahaan itu. Namun, akhirnya berhasil diselesaikan berbarengan dengan mulai beroperasinya Palapa D pada 28 Oktober lalu bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Sistem Komunikasi Kabel Laut Jakabare sepanjang 1.300 kilometer memiliki kapasitas terpasang 160 Gbps dan kapasitas bisa diperbesar sampai 1,2 Terabps. Jaringan ini memiliki titik pendaratan di Tanjung Pakis (Karawang, Jawa Barat), Sungai Kakap (Pontianak, Kalimantan Barat), Tanjung Bemban (Batam), dan untuk Singapura pendaratannya di Changi.

Jaringan FO berfungsi sebagai redundant atau back up untuk jaringan internasional yang dimiliki Indosat. Semua jaringan FO perusahaan ini sudah menggunakan sistem ring sehingga jika ada yang putus, akan langsung diambil alih oleh jaringan FO lain.

"Termasuk satelit yang paling sedikit gangguannya dibandingkan kabel laut," kata Prastowo. Satelit bisa menjadi back up jika FO mengalami gangguan, situasi di antaranya relatif tidak ada gangguan dibandingkan dengan kabel laut yang banyak halangannya.

Sinergi dua teknologi ini tampaknya merupakan senjata ampuh untuk mengikat kawasan Nusantara yang terpisah-pisah oleh lautan. Apalagi kedua backbone ini sudah menggunakan teknologi baru yang jika dibutuhkan bisa dilipatgandakan kapasitasnya.

Selain kedua jaringan yang menunjang di belakang, mereka juga sudah memperkenalkan teknologi baru menyangkut akses konsumen ke jaringan. Mereka baru saja memperkenalkan teknologi High-Speed Packet Access plus (HSPA+) yang akan semakin mempercepat komunikasi 3,5 G mereka.

Dalam demo mereka bulan lalu berhasil dicapai kecepatan unduh (download) 21 Mbps dan unggah (upload) daya hingga 5,8 Mbps yang memungkinkan pengiriman gambar bergerak. Ini merupakan peningkatan dari teknologi HSDPA yang kecepatan unduh maksimal hanya 14,4 Mbps dan unggah hanya 1,4 Mbps.

Peningkatan ini jelas akan sangat menghemat waktu menjelajah internet dan diharapkan penyumbatan di base transceiver station (BTS) juga makin berkurang.(AW SUBARKAH/KOMPAS)

Senin, Januari 11, 2010

Kiblat


Metrotvnews.com
Temanggung: Sekitar 70 persen masjid di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, tidak mengarah kiblat. Masjid menghadap lurus ke arah barat atau melenceng antara tiga hingga 40 derajat ke arah selatan dari posisi Kabah.  Senin (11/1), Kepala Seksi Urusan Agama Islam Kantor Departemen Agama Temanggung, Yusuf Purwanto mengatakan, kemiringan posisi arah kiblat masjid-masjid yang ada membuat arah kiblat bergeser jauh.

Menurut dia, ketidaktahuan masyarakat tentang posisi kiblat yang tepat, sehingga dalam penentuan arah kiblat terkesan asal menghadap ke arah barat. Padahal, arah barat yang langsung mengarah ke Kabah seharusnya ada kemiringan beberapa derajat tertentu ke arah utara. Ia mengatakan, selisih satu derajat dari Indonesia, bergeser sekitar 110 kilometer dari Mekah sehingga dengan rentang tersebut beberapa masjid yang kemiringannya sangat jauh agar segera memperbaiki posisi arah kiblatnya.

"Masjid yang arahnya miring sampai 40 derajat, kalau satu derajatnya sama dengan 110 kilometer dari Mekah, berarti sama saja menghadap Afrika Tengah atau Afrika Selatan. Kami harus menyosialisasikan hal ini ke masyarakat dan harus secepatnya mengubah arah posisi kiblatnya," katanya.

Ia mencontohkan, masjid di Gilingsari yang kemiringannya mencapai 40 derajat harus segera diubah posisinya agar tepat mengarah kiblat. "Kami akan terus memberikan bimbingan kepada pengurus masjid yang posisinya tidak tepat tersebut melalui Kantor Urusan Agama (KUA) di setiap kecamatan," katanya.

Menurut dia, untuk mengubah posisi kiblat tidak perlu masjid tersebut dipugar kembali, cukup mengubah shaf (barisan) shalat yang ada. "KUA yang menjadi kepanjangan tangan Kantor Depag harus berperan aktif, paling tidak sering mengadakan penyuluhan tentang hal ini. Solusinya, tidak perlu masjid tersebut lantas dipugar kembali, karena akan menghabiskan banyak biaya, cukup dibuat lagi garis shaf shalat yang baru," katanya.(Ant/BEY)

Minggu, Januari 10, 2010

Dpr

28 Januari, Mahasiswa Ancam Duduki Parlemen dan Istana

demox.jpg
KOMPAS/ICHA RASTIKA
Ilustrasi
Sriwijaya Post - Minggu, 10 Januari 2010 15:20 WIB
JAKARTA - Sekitar 10.000 mahasiswa siap dikerahkan untuk menduduki gedung MPR-DPR serta Istana Negara tepat pada masa habisnya program kerja 100 hari kabinet Indonesia Bersatu II yang jatuh pada 28 Januari 2010. Ancaman tersebut diserukan sekelompok mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi 30 Kampus jika pemerintah tidak dapat menyelesaikan mega skandal Bank Century dalam 100 hari pemerintahannya.

Hal tersebut disampaikan juru bicara Aliansi 30 Kampus se-Jabodetabek, Anto Cornelo, mahasiswa Universitas Krisna Dwipayana dalam jumpa pers "Ultimatum Mahasiswa untuk SBY-Budiono" di kampus STIE & STEMIK Jayakarta, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Minggu (10/1/2009).

"SBY telah menjadi Presiden yang gagal, kami minta dengan hormat untuk mundur atau kami turunkan secara paksa," teriak Anton. Ia juga mengatakan, aliansi mahasiswa tersebut terus mengumpulkan masa dan kekuatan dengan beberapa program persiapan.

Seperti, penyebaran selebaran dan panggung rakyat yang akan dilaksanakan pada 11-21 Januari, aksi-aksi tiap kampus untuk mengultimatum pemerintah agar segera turun pada 22-24 Januari, aksi besar-besaran bersama jaringan kampus, 25 Januari, dan puncaknya pendudukan gedung DPR-MPR serta Istana Negara pada 28 Januari.

Gerakan besar-besaran yang direncanakan oleh Aliansi 30 Kampus ini diakui Anton murni inisiatif mahasiswa tanpa provokasi oknum lain. "Jangan bilang ini gerakan makar, tidak ada kaitannya dengan gerakan makar. Ini murni dari kampus. Masrakarat juga tidak perlu takut dengan pihal tertenu, tidak perlu terpengaruh," ujar Anton.

Mengenai kemungkinan aksi ini akan rusuh, Anton menjawab, "Chaos atau tidak tergantung situasi. Kita nggak mau jatuh korban lebih besar. Tapi perjuangan pasti ada korban," pungkasnya.

Aliansi 30 Kampus menggelar jumpa pers mengenai rencana aksi protes mahasiswa kepada pemerintahan SBY yang dinilai gagal dalam menyelesaikan permasalahan sosial seperti tsunami Aceh, keadilan hukum, pemberantasan korupsi, kasus Prita, Jakas Ester, kriminalisasi KPK, serta mega skandal Century.

My Blog List

About this blog

selalu awali harimu dengan senyum

adsense link 728px X 15px

Website Meter


visitors globe

Tersesat di blog ini,


weather

I live my life for you

99

sejak 22 03 2010

free counters

Yang Lagi online,

online counter

Pengunjung sejak 22 maret 2010

Poll

Gostats -> 15 04 2010

Time

Bulan Bintang Matahari

Followers

Opo yo ?